Selasa, 24 April 2012

Action Plan

0 komentar

Anggota :


Konsep :  Belajar sambil bermain

Perencanaan

A.    Pendahuluan
Guru ataupun pengajar memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dan perlu diperhatikan secara serius. Tidak hanya ilmu dan pengetahuan yang dilihat dan dipelajari seorang murid terhadap gurunya, namun sikap dan moral juga akan dicontoh oleh murid. Mengajar bukanlah suatu kegiatan yang mudah, hal ini memerlukan pengetahuan dan praktik mengajar yang baik.
Ilmu Paedagogi sangat diperlukan untuk menjadi pedoman dalam mengajar. Dalam Paedagogi, mengajar bukan hanya sebatas memiliki ilmu dan menyampaikan ilmu tersebut, namun terdapat seni Paedagogi untuk mengajar. Perlu diperhatikan juga cara menyampaikan ilmu tersebut, interaksi, improvisasi, dan ekspresi. Intinya, kegiatan pembelajaran sesungguhnya merupakan kombinasi antara ilmu dan seni.
Selain itu, tidak hanya mempelajari teori Paedagogi, namun harus mengetahui dan mempelajari praktik Paedagogi. Dengan kata lain, tidak sekadar harus dipahami, melainkan juga mengetahui bagaimana cara mengaplikasikannya. Paedagogi dapat memfasilitasi dan menjadi pedoman bagi calon guru dan juga guru ataupun pengajar.
Hal ini berhubungan dengan konsep micro teaching, dimana Micro berarti kecil, terbatas, sempit. Teaching berarti mendidik atau menajar. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengajar untuk melatih kemampuan interaksi nya dengan murid dan juga sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pengajaran yang lebih komplek yaitu kelas yang sebenarnya. Disinilah kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu menjadi seni mengajar dan mempraktikkan teori yang telah dipelajari.
Pelajaran yang diajarkan dalam kegiatan micro teaching ini adalah bahasa Inggris. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman yang serba canggih ini, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang sangat penting. Sebagian besar alat elektronik seperti komputer, ipad, dan lain sebagainya juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa perangkatnya.  Bahasa Inggris adalah world language yang dapat digunakan hampir di seluruh dunia. Sangat banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika dapat menguasai bahasa Inggris, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Termasuk ketika searching di dunia maya, sangat banyak artikel, karya ilmiah, ataupun hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Inggris yang dapat menambah wawasan kita.
Anak-anak diharapkan mempunyai kesempatan mempelajari bahasa internasional ini sejak dini. Jika sejak kecil sudah dipelajari, maka akan menjadi bekal yang sangat berguna baginya setelah dewasa. Oleh sebab itulah, pelajaran yang diberikan dalam kegiatan micro teaching ini adalah bahasa Inggris. Tingkat kesulitan yang diberikan juga disesuaikan dengan kemampuan mereka. Tujuan pelaksanaan micro teaching ini salah satunya adalah agar anak dapat lebih termotivasi lagi untuk belajar bahasa Inggris setelah mereka mengetahui pentingnya bahasa Inggris untuk masa depan mereka.

B.  Landasan Teori
·            Paedagogi praktis
Penting untuk kita mengetahui bahwa Paedagogi bukan hanya sekedar kita mengetahui serta memahami pengertiannya namun bagaimana pengaplikasiannya. Nah hal inilah yang melahirkan apa yang disebutkan sebagai Paedagogi Praktis. Salah satu fungsi penelitian paedagogis adalah untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi paedagogi. Tujuan ini melahirkan paedagogi praktis.

The application on our micro teaching activity
Kita semua telah mengetahui bagaimana keberadaan paedagogi itu nah sekarang tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya. Berdasarkan kegiatan micro teaching yang kita lakukan ada beberapa pengaplikasian berdasarkan unsur paedagogis. Sebagai contoh bagaimana kita sebagai tim pengajar membentuk sebuah konsep mengajar kepada anak-anak agar mereka memahami materi ajar. Dalam hal ini, kemaren kami mengadakan beberapa tahapan untuk dapat memahami beberapa pekerjaan dalam bahasa Inggris. Kami memulai dengan:

1.      Menunjukkan media ajar
Media ajar dalam artian kami sengaja menyiapkan gambar pendukung (cth: gambar seorang pilot kemudian pada bagian bawah tertera bahasa Inggris dari Pilot yakni PILOT)
2.      Memberikan contoh cara membaca
Kami kemudian membacakan dengan jelas dan tegas bagaimana kata “PILOT” dalam bahasa Inggris dibacakan
3.      Mengajak peserta didik untuk mengulang bagaimana cara membacakan kata “PILOT”
4.      Meminta peserta didik untuk mengeja ke dalam bahasa Inggris

Nah tahapan ini kami lakukan karena penting untuk menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik, agar tidak juga terlalu cepat dalam memberikan bahan ajar dan juga tidak terlalu lambat sehingga peserta didik mampu memahami dan mengingat untuk selanjutnya.

·               Prinsip-prinsip Proses Paedagogis
Beberapa prinsip-prisip Paedagogis adalah:
1.      Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis (Addine, 2001), dalam artian bahwa setiap proses paedagogis harus terstruktur. Seperti apa yang telah kami lakukan, bahwa kami membagi proses mengajar kami menjadi 3 bagian yakni:
·         Ice breaking atau pengenalan
Dalam bagian ini kami masing-masing sebagai pendidik memperkenalkan diri kemudian juga kami meminta para peserta didik untuk memperkenalkan diri mereka. Kami juga menanyakan bagaimana ketertarikan mereka terhadap pelajaran Bahasa Inggris, bagaimana nilai yang mereka peroleh di sekolah untuk setiap mata pelajaran Bahasa Inggris, dll. Hal ini kami lakukan tentunya dengan maksud agar antara kami sebagai pengajar dan para peserta didik dimulai dengan sesuatu yang ringan sehingga untuk proses selanjutnya akan menjadi lancar.
·         Memasuki materi ajar
Bagian yang kedua ini sudah kami mulai dengan materi ajar. Dimana kami mulai dengan menunjukkan media ajar (gambar), kami membacakanpronunciation atau bagaimana cara pelafalan kata-kata dalam bahasa Inggris, kemudian meminta peserta didik untuk mengeja, selanjutnya meminta mereka untuk menuliskan kalimat menggunakan kata-kata yang sudah dipaparkan sebelumnya. Peserta didik yang aktif (yang mampu menjawab, mau menulis kalimat di papan tulis) kami berikan bintang sebagai penghargaan.
·         Penutup
Pada bagian ini kami mengadakan games, nah ini adalah hal yang paling dinantikan oleh peserta didik kami. Games kami berikan untuk membukakan suatu pelajaran bagi mereka. Pada akhir dari games, kami meminta beberapa anak untuk memberikan pendapat mereka mengenai pelajaran apa yang mereka dapatkan melalui games yang kami berikan (dalam hal ini games yang kami berikan adalah estafet karet) dan para peserta didik banyak memberikan pendapat dimana games ini mengajarkan mereka untuk mengontrol emosi mereka, mengikat kebersamaan, kesabaran, dsb hingga pada bagian akhir kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi para peserta didik pada hari itu.

2.      Adanya kekhususan atau karakteristik yang berbeda pada setiap anggota yang memiliki hak untuk dipertimbangkan dan dihormati.
Dalam proses micro teaching yang kami lakukan, terdapat beberapa anak yang sangat aktif dan bahkan ada yang sangat pemalu. Kami tentunya berusaha untuk memberikan taktik-taktik tertentu. Misalkan untuk anak yang sangat aktif, kami tidak menutup kesempatan untuk mereka mengutarakan jawaban atau komentar mereka namun pada sesi yang lain kami juga membatasi si penjawab dengan maksud agar anak lain yang belum menjawab juga mempunyai kesempatan untuk menjawab. Sedangkan untuk anak yang sangat pemalu, kami secara khusus sering menyebut nama mereka untuk menjawab atau sekedar memberikan komentar, terkadang kami juga perlu usaha yang extra untuk meminta mereka menjawab seperti membujuk mereka, mendekati kursi mereka dan meminta mereka menjawab, atau sekedar membisikkan kepada mereka kata-kata semangat kalau mereka juga mampu seperti anak-anak lain untuk menjawab pertanyaan tersebut.
3.      Istilah pendidik dan pengajar tidak dapat dipertukarkan tetapi saling melengkapi.
Prinsip ini mengarah kepada pengertian bahwa ketika seseorang menempuh pendidikan, maka ia harus menjalani proses pembelajaran yang baik.
4.      Proses paedagogis menggamit prinsip bahwa domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering.
Hal ini berarti bahwa proses paedagogis harus terstruktur berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia. Jadi seorang peserta didik mungkin saja mempunyai pemahaman sendiri bagaimana dunia di sekitarnya dan dunianya sendiri sehingga pemahaman inilah yang tentunya akan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak serta merasakan sesuatu.
5.      Masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi dan kepribadian saling terkait satu sama lain.

C.    Alat dan Bahan
Dalam melakukan microteaching ini, adapun alat dan bahan yang kami perlukan yaitu :
1.      Gambar (alat peraga)
2.      White Board dan Spidol
3.      Kamera digital
4.      Sedotan
5.      Karet gelang
6.      Bintang dari kertas
7.      Beberapa hadiah (reward)

D.    Peserta
Yang akan menjadi peserta dalam kegiatan microteaching ini adalah anak-anak sekolah minggu di Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosario (Jl. Binjai Km 8,5), yang berjumlah sebanyak 10 anak.

E.     Jadwal Kegiatan



F.     Taksiran Biaya
Alat dan bahan : 50.000,-
Reward            : 50.000,-  
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 23 April 2012

Testimoni Kuliah Paedagogi

0 komentar

            Sebenarnya, kuliah pengganti hari ini tidak menjadi beban dan tidak merasa keberatan walaupun ada kuliah pengganti ditengah libur. Mungkin tadi pagi sedikit kaget, ternyata Bu Dina masuk kedalam kelas sedikit lebih cepat dari saya. Hehe. Belajar seperti biasa, dan membahas tentang remedial UTS. Senang karena bisa dapet kesempatan buat remedial. Seperti biasa, penduduk kelas menjadi pendengar yang baik. Memang ada saatnya kelas menjadi silent listener. Namun mungkin yang tadi siang sedikit keterlaluan karena penduduk kelas, termasuk saya tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Bu Dina.

            Tak disangka, tak diduga, ternyata Bu Dina meninggalkan ruangan kelas, setelah sebelumnya telah memberikan warning kepada kami. Disitu saya sangat menyesalkan, mengapa saya kurang sigap dalam menjawab soal. Padahal, sebenarnya telah ada benih-benih dan kerangka kalimat yang tersusun berantakan di dalam otak. Namun, penyesalan memang selalu datang belakangan. Saya sangat menyadari bahwa saya dan teman-teman telah melakukan kesalahan. Dan kami pantas ‘dihukum’.

            Menurut saya, tindakan meninggalkan kelas yang dilakukan oleh Bu Dina adalah pantas dan tidak bisa dikatakan tindakan yang childish. Yang pertama, kami yang membutuhkan Bu Dina sebagai pengajar. Kedua, sebenarnya Bu Dina mempunyai niat baik untuk memberikan kami kesempatan remedial UTS. Dan yang terakhir, kami adalah mahasiswa, dapat dikatakan bahwa kami seorang dewasa yang mandiri, yang tak perlu diomelin dan dibentak-bentak lagi. 

            Saya sangat berharap dan berusaha agar kejadian tadi tidak terualnag lagi di pertemuan selanjutnya dan akan lebih aware terhadap pertanyaan dan aktivitas belajar. Untungnya, pertemuan hari ini ditutup dengan damai. Terima kasih untuk Bu Dina yang telah memaafkan kami dan dengan kemurahan hatinya, tetap memberikan kesempatan remedial UTS yang sangat langka terjadi :)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jumat, 13 April 2012

Testimoni UTS online

2 komentar
Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti UTS secara online. Tentu saja hal ini menambah pengalaman saya dan pengetahuan saya mengenai ujian online. Hal ini sangat baik dan dapat menjadi terobosan dan inovasi baru di Fakultas Psikologi. Setelah memposting blog UTS, grogi dan harap-harap cemas datang karena menunggu soal pertama diberikan. Soal pertama saya saja baru dikasih dan dijawab, tapi uda terdengar kabar kalau salah satu mahasiswa sudah menerima dan menjawab 3 soal. Makin deg-degan. Bingung mau kayak mana. 

Setiap pulang dan nyampe kamar, yang pertama kali dilakukan pasti menyalakan laptop, mengaktifkan modem, membuka blog! ‘uda di posting soalnya belum ya?’ selalu itu yang kepikiran.  Setiap tahu kalau tenyata soal nya belum diposting, pasti langsung kecewa. Pengennya cepet-cepet selesai dan konsentrasi belajar. Hehehe. Tapi, setiap melihat soal yang uda diposting, wahhhhhhhh rasanya tu bagaikan nonton langsung konser Super Junior, trus ditarik Donghae oppa ke atas panggung, dan diajak nyanyi bareng (ngarepppp, hehehe). Pokoknya luar biasa seneng. Dan pasti langsung bikin jawaban dan langsung diposting juga.

Tapi apa daya, cuma dapet 2 soal. Yahhh. Mungkin belum rejeki. Padahal berharap bisa jawab ketiga soal dengan maksimal. Sedikit kecewa, tapi setidaknya saya sudah memberikan usaha yang maksimal. Semoga nilai nya juga semaksimal mungkin. Aminnnn.

Kesan terakhir ‘Bu Dina, lanjutkan! Ayo kita bikin mata kuliah lebih hidup, berwarna, dan menyenangkan dengan terobosan-terobosan baru Bu Dina, yang saya yakin akan selalu bermanfaat untuk kami sebagai mahasiswa’ :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 09 April 2012

Ujian Tengah Semester (UTS)

7 komentar
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penerapan Ilmu Paedagogi

0 komentar

Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa  melalui bimbingan yang optimal terhadap anak-anak (peserta didik) dengan tujuan ke arah pendewasaan.
Maksudnya adalah pendidikan itu harus merupakan suatu usaha sadar, memiliki makna bahwa pendidikan diselenggarakan dengan rencana yang matang, mantap, sistemik, menyeluruh, berjenjang berdasarkan pemikiran yang rasional objektif disertai dengan kaidah untuk kepentingan masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya. 

Selain itu, pendidikan itu dilakukan oleh orang dewasa. Dewasa di sini bukan hanya dari segi usia, tetapi dewasa dalam artian yang luas, yang meliputi pengetahuan, keahlian, sikap dan tingkah laku. Mustahil pendidikan dapat dilakukan oleh orang yang tidak berilmu, atau tidak mempunyai suatu pengetahuan atau keahlian tertentu. Dan pelaku pendidikan harus mempunyai sikap dan tingkah laku yang dapat dijadikan teladan oleh peserta didiknya. Pendidikan harus mempunyai tujuan yang jelas atau tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengembangkan kemampuan atau potensi individu peserta didik sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya di masa yang akan datang, baik fisik, intelektual, emosional, sosial, moral dan spiritual.

Seorang calon pendidik baik guru maupun dosen perlu mempelajari pedagogi (ilmu mendidik atau ilmu pendidikan) karena :

1.      Seorang guru mempunyai peranan, tugas, dan tanggungjawab, tidak hanya sebagai pengajar (techer), namun juga sebagai pendidik (educator) dan hal ini dapat dipelajari melalui ilmu pedagogi.
2.      Pekerjaan seorang guru adalah pekerjaan profesi yang berhubungan dengan manusia (peserta didik) yang bertujuan agar anak didik mampu mengembangkan potensi dirinya dan menyelesaikan tugas-tugas hidupnya. Untuk menggali dan mengembangkan potensi dari peserta didik tersebut diperlukan keprofesionalan seorang guru. Hal ini dapat diperoleh dengan mempelajari pedagogik (ilmu mendidik atau ilmu pendidikan). 
3.      Hakikat pendidikan tidak akan terlepas dari hakikat manusia, sebab subjek pendidikan adalah manusia. Oleh karena itu seorang calon pendidik (guru) harus mengetahui bagaimana mendidik (membimbing, mengajar, melatih) peserta didik secara profesional untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Implikasinya, bahwa seorang guru/calon guru harus mempelajari ilmu tentang mendidik yakni ilmu pendidikan.  

Di dalam kegiatan pembelajaran terdapat dua ranah yang penting untuk kita bedakan. Pertama, bagaimana fungsi-fungsi manajemen berproses dalam pengorganisasian kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini lembaga pendidikan mengembangkan kegiatan perencanaan, melaksanakan, melakukan kegiatan monitoring atau pengawasan, melaksanakan evaluasi, dan perbaikan mutu. Dalam pengelolaan standar, pada tiap fungsi manajemen dapat ditetapkan pula standarnya yang ditunjukan dengan indikator dan kriteria keberhasilannya.

Komponen yang kedua menjalankan fungsi pedagogik. Ranah ini berkenaan dengan bagaimana sekolah atau pendidik memahami tentang hakekat belajar, bagaimana siswa belajar, bagaimana informasi siswa kuasai. Hal penting lain ranah pedagogis ini sangat erat pula kaitannya dengan mekanisme fisik dan psikologis siswa dalam melakukan aktivitas belajar. Standar pada ranah pedagogis  dapat dikembangkan indikator-inditkator yang berkaitan dengan daya serap siswa seperti kriteria ketuntasan minimal, aktivitas siswa belajar, kesungguhan belajar yang ditunjukkan dengan keterfokusan perhatian, suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan memberi ruang gerak pada tumbuhnya inisatif baru atau berkembangnya gagasan baru sebagai penyempurnaan dari model yang sudah ada.

Kunci utama yang pendidik pegang adalah bagaimana siswa menyatakan diri mau belajar. Berkaitan dengan itu penyelenggara pendidikan berusaha dengan keras agar ‘mau’ itu tumbuh tiap saat dan siswa aktif mengembangkan kemauannya sendiri. Ini merupakan tantangan utama dalam pengembangan kinerja pedagogis. Keterampilan guru dalam pengembangan bidang ini kita sebut dengan kompetensi pedagogis.

 DAFTAR PUSTAKA :

http://gurupembaharu.com/home/?p=1563
http://ramlimpd.blogspot.com/2010/12/pentingnya-mempelajari-pedagogik-bagi.html
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © Ocha's Blog