Senin, 09 April 2012

Ujian Tengah Semester (UTS)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

7 komentar:

psipddk3sks mengatakan...

1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.

10010 Rosa Mentari Putri mengatakan...

Seperti yang Ibu katakan kemarin, bahwa paedagogi tidak sebatas seni mengajar saja, namun sekarang telah berkembang menjadi lebih luas. Pedagogi telah merangkul aspek seni, teori, dan praktik mengajar dan belajar.

Terdapat 3 hal yang dapat dikaitkan dengan paedagogi beserta kaitannya dengan proses pembelajaran yang saya dapatkan saat perkuliahan :

1. Pengajaran (teaching), yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan pengetahuan, merangsang, dan mengawasi, juga memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Dalam mata kuliah Paedagogi, Bu Dina sebagai pengajar telah memiliki aspek seni tersendiri dalam mengajar mahasiswanya. Metode pengajaran high-tech merupakan seni mengajar yang menjadi ciri khas dari Bu Dina. Tentunya pendidikan dan pengetahuan matang yang dimiliki Bu Dina menjadi pedoman ampuh untuk Bu Dina sehingga dapat mengajar mata kuliah Paedagogi ini.

2. Belajar (learning) yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan. Dalam mata kuliah ini, metode pengajaran Bu Dina membuat proses belajar menjadi hidup dan menarik. Tidak hanya metode ceramah didalam kelas, namun terdapat tugas mingguan menulis blog yang membuat mahasiswa mampu berpikir kritis. Selain itu, tugas yang secara berkala diberikan, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah. Dan juga terdapat tugas action plan yang dapat melatih siswa bekerja dalam sebuah tim.

3. Hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang dapat mendorong minat pedagogi, misalnya ketika mahasiswa ditantang untuk melakukan tugas action plan. Hal ini dapat mendorong minat mahasiswa untuk lebih mendalami ilmu Paedagogi dan mengaplikasikannya ketika mengajar ke sekolah-sekolah ataupun kelompok belajar anak-anak. Namun dalam hal ini, Bu Dina tetap membimbing, mengontrol, dan mengarahkan mahasiswa nya. Contohnya seperti kemarin, Bu Dina menanyakan tentang tugas ini ke setiap kelompok agar kelompok tetap terarahkan.

psipddk3sks mengatakan...

2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.

10010 Rosa Mentari Putri mengatakan...

Ada 2 hal yang harus dimiliki oleh seorang pengajar agar dapat menjadi pengajar yang baik dan meningkatkan efektifitas dari proses belajar mengajar, yaitu memiliki pengetahuan dan menguasai materi pembelajaran, dan kemampuan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Dengan kata lain, seorang pengajar tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pendidikan yang baik, namun juga harus dapat menyampaikan materi itu agar dapat diterima oleh siswa. Namun, pada zaman sekarang, masih banyak yang menganggap bahwa seorang guru atau pengajar hanya perlu memiliki wawasan yang luas. Padahal dalam kenyataannya, tanpa ilmu paedagogi, seorang pengajar akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi, dan dikhawatirkan, ilmu ini tidak diterima dengan baik oleh para siswa.

Disini lah letak fungsi dari micro teaching, dimana calon guru dapat mengembangkan kemampuan mengajarnya melalui suatu kegiatan latihan belajar-mengajar dan juga sebagai media latihan untuk berinteraksi dengan siswa. Simulasi pembelajaran dikelas tersebut memberikan kesempatan bagi calon guru untuk mempelajari bagaimana cara menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Melalui simulasi pembelajaran tersebut, calon guru diharapkan dapat meningkat kemampuan mereka dalam mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan juga melatih pengembangan kemampuan dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Kelompok saya akan melakukan micro teaching ini, dan tetap berlandaskan teori paedagogi. Jadi, pengetahuan ataupun materi telah kami persiapkan, yaitu kami akan mengajarkan bahasa Inggris dan juga mengajak adik-adik agar lebih bersemangat dengan menyanyikan beberapa lagu bersama-sama.

Ketika kami telah memiliki penguasaan terhadap materi yang akan disampaikan, lalu kami juga perlu melatih kemampuan mengajar dan menyampaikan materi dengan mempelajari ilmu paedagogi. Berikut beberapa hal yang perlu ditampilkan oleh seorang pengajar di kelas :
1. Persiapan yang matang
2. Teroganisir
3. Konsisten, tetap mempertahankan emosi yang baik tanpa ada pola perilaku yang mengintimidasi siswa
4. Memperhatikan etika kerja
5. Kecepatan
6. Fleksibel, terbuka dengan ide-ide baru
7. Dialog interaktif, dimana pembelajaran bersifat dua arah
8. Lingkungan belajar yang nyaman

10010 Rosa Mentari Putri mengatakan...

Ada 2 hal yang harus dimiliki oleh seorang pengajar agar dapat menjadi pengajar yang baik dan meningkatkan efektifitas dari proses belajar mengajar, yaitu memiliki pengetahuan dan menguasai materi pembelajaran, dan kemampuan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Dengan kata lain, seorang pengajar tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pendidikan yang baik, namun juga harus dapat menyampaikan materi itu agar dapat diterima oleh siswa. Namun, pada zaman sekarang, masih banyak yang menganggap bahwa seorang guru atau pengajar hanya perlu memiliki wawasan yang luas. Padahal dalam kenyataannya, tanpa ilmu paedagogi, seorang pengajar akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi, dan dikhawatirkan, ilmu ini tidak diterima dengan baik oleh para siswa.

Micro teaching adalah suatu tindakan atau kegiatan latihan belajar-mengajar dalam situasi laboratoris (Sardirman, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar).

Ciri-ciri pokok Micro Teaching :
1. Jumlah subyek belajar sedikit sekitar 5-10 orang
2. Waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit
3. Komponen mengajar yang dikembangkan terbatas
4. Sekadar real teaching

Menurut pendapat saya, disini lah letak fungsi dari micro teaching, dimana calon guru dapat mengembangkan kemampuan mengajarnya melalui suatu kegiatan latihan belajar-mengajar dan juga sebagai media latihan untuk berinteraksi dengan siswa. Simulasi pembelajaran dikelas tersebut memberikan kesempatan bagi calon guru untuk mempelajari bagaimana cara menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Melalui simulasi pembelajaran tersebut, calon guru diharapkan dapat meningkat kemampuan mereka dalam mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan juga melatih pengembangan kemampuan dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Kelompok saya akan melakukan micro teaching ini, dan tetap berlandaskan teori paedagogi. Jadi, pengetahuan ataupun materi telah kami persiapkan, yaitu kami akan mengajarkan bahasa Inggris dan juga mengajak adik-adik agar lebih bersemangat dengan menyanyikan beberapa lagu bersama-sama.

Ketika kami telah memiliki penguasaan terhadap materi yang akan disampaikan, lalu kami juga perlu melatih kemampuan mengajar dan menyampaikan materi dengan mempelajari ilmu paedagogi. Berikut beberapa hal yang perlu ditampilkan oleh seorang pengajar di kelas (Danim, Sudarwan. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi) :
1. Persiapan yang matang
2. Teroganisir
3. Konsisten, tetap mempertahankan emosi yang baik tanpa ada pola perilaku yang mengintimidasi siswa
4. Memperhatikan etika kerja
5. Kecepatan
6. Fleksibel, terbuka dengan ide-ide baru
7. Dialog interaktif, dimana pembelajaran bersifat dua arah
8. Lingkungan belajar yang nyaman

psipddk3sks mengatakan...

3. Apa sesungguhnya yang dimaksud dalam kalimat ini , pada zaman sekarang, masih banyak yang menganggap bahwa seorang guru atau pengajar hanya perlu memiliki wawasan yang luas. Coba beri penjelasan.

10010 Rosa Mentari Putri mengatakan...

Di beberapa sekolah dan juga masih banyak orang yang menganggap, kriteria guru yang akan diterima untuk mengajar disekolah, hanya dilihat dari pendidikannya, apakah guru itu lulusan sarjana atau tidak. Padahal, kriteria guru yang baik tidak hanya berpatok pada ‘embel-embel’ yang ada dibelakang namanya saja, namun, perlu diperhatikan juga bagaimana pengetahuan yang dimiliki seorang guru tentang bagaimana cara mengajar yang baik.

Seperti yang telah dipelajari sebelumnya, bahwa seorang pengajar yang baik, tidak hanya memiliki ilmu, namun juga memiliki seni dalam mengajar. Selain itu, tidak hanya teori paedagogi yang dikuasasi, namun harus diiringi dengan praktik paedagogi yang baik.

Posting Komentar

 
Copyright © Ocha's Blog